Pengaruh Konsentrasi Maggot (Hermetia illucens) pada Pakan Ternak Ternak Ayam Kampung di Krakatau Ujung Tanjung Mulia
Abstract
Peningkatan kebutuhan pakan dalam usaha peternakan ayam mendorong perlunya pengembangan sumber pakan alternatif yang ekonomis, bernutrisi, dan ramah lingkungan. Salah satu bahan yang berpotensi dimanfaatkan adalah maggot Hermetia illucens yang memiliki kandungan protein tinggi dan dapat digunakan sebagai sumber protein alternatif untuk mendukung pertumbuhan ternak. Pemanfaatan tepung maggot sebagai pengganti sebagian pakan komersial diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemberian pakan pada ayam kampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi tepung maggot Hermetia illucens sebagai pengganti pakan komersial terhadap pertumbuhan ayam kampung. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan lima perlakuan pakan, yaitu M0 (0% maggot), M1 (10% maggot), M2 (20% maggot), M3 (30% maggot), dan M4 (40% maggot). Data berat badan ayam dikumpulkan selama empat minggu, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan rata-rata berat badan dan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase tepung maggot dalam pakan diikuti oleh peningkatan berat badan ayam. Perlakuan M4 menghasilkan rata-rata berat badan tertinggi pada minggu keempat, yaitu mencapai 408 gram. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p < 0,05). Dengan demikian, tepung maggot H. illucens berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk mendukung pertumbuhan ayam kampung.
Kata kunci: Ayam kampung, pertumbuhan, tepung maggot, Hermetia illucens, pakan alternatif.




