HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI DI KLINIK PRATAMA ENINTA TAHUN 2023

  • novitri adelina sipayung STIKes senior medan

Abstract

Kolostrum salah satu bagian dari Air Susu Ibu (ASI) yang memiliki karakteristik cairan
berwarna kekuning-kuningan yang keluar pada hari pertama hingga hari ketiga pasca
melahirkan. Kolostrum banyak mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu
matang (mature), sehingga sangat baik diberikan karena berfungsi untuk membentuk antibodi
bayi (Mardalena, 2017).
Berdasarkan WHO, jumlah dan kualitas ASI relatif tidak dipengaruhi oleh kondisi gizi
ibu kecuali ibu dengan status gizi buruk (ekstrim). Hal ini dapat menjadi alasan untuk
mendorong ibu tetap menyusui bayinya dalam kondisi krisis sekalipun. (Kemenkes RI, 2018).
WHO dan UNICEF dalam upaya mendukung ASI eksklusif yaitu : inisasi menyusui dini (IMD)
pada satu jam pertama setelah lahir, menyusui eksklusif dengan tidak memberikan makanan
atau minuman apapun termasuk air, menysui sesuai dengan keinginan bayi, baik pagi dan
malam hari, dan menghindari penggunaan botol, dot, dan empeng (Kemenkes RI, 2018)
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross sectional yang
digunakan untuk mengetahui HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS
TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI DI KLINIK PRATAMA ENINTA
TAHUN 2023
Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga
terhadap pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Klinik pratama Eninta Tahun 2023, maka
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Ada hubungan pengetahuan dengan pemberian

Published
2024-03-31
How to Cite
sipayung, novitri. (2024). HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI DI KLINIK PRATAMA ENINTA TAHUN 2023. Jurnal Kesehatan Senior, 1(1). Retrieved from http://hmj.jurnalsenior.com/index.php/jurkesen/article/view/114