Formulasi dan Uji Efek Sedatif Patch Transdermal Tipe Matriks Ekstrak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) dan Ekstrak Daun Selada (Lactuca sativa) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus L.)

  • Annisa Kartika Sari Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Ziadatul Baroroh Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya-Jawa Timur, Indonesia
  • Umrotus Solikah Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya-Jawa Timur, Indonesia
  • Bunaiya Latifah Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya-Jawa Timur, Indonesia
  • Siti Rohmatul Laila Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya-Jawa Timur, Indonesia
  • Nela Sharon Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako, Palu-Sulawesi Tengah, Indonesia
Keywords: Patch Transdermal, Biji Pala, Daun Selada, Sedatif, Traction test

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur atau kondisi tidur non-restoratif. Tanaman herbal Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) dan Daun Selada (Lactuca sativa) terbukti memiliki efek hipnotik-sedatif. Kombinasi kedua tanaman herbal tersebut diformulasikan menjadi patch transdermal untuk memaksimalkan efektivitas terapi dan mengurangi efek samping. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 96% dan skrining fitokimia dilakukan pada ekstrak untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder didalamnya. Patch transdermal diformulasikan menggunakan pemilihan matriks dengan perbandingan konsentrasi HPMC:PVP 5:7 (F1), 6:6 (F2), and 7:5 (F3). Evaluasi patch yang dilakukan meliputi pengamatan organoleptik, ketebalan patch, pH, dan ketahanan lipat. Uji efek sedatif dilakukan dengan traction test terhadap mencit jantan (Mus muculus L.). Rendemen ekstrak daun selada yang mengandung flavonoid, tanin, dan saponin sebesar 56,8%, sedangkan pada ekstrak Biji Pala sebesar 28,03%. Formula dengan karakteristik optimal adalah F2 yang mempunyai ketebalan 0,19 mm, pH 4,8, dan daya tahan lipat lebih dari 200 kali. Formulasi dengan respon sedatif yang bekerja paling baik adalah F2 dan F3. Dapat disimpulkan bahwa F2 diklaim sebagai formula optimal dari efek sedatif untuk terapi insomnia.

Published
2025-08-07
How to Cite
Sari, A., Baroroh, Z., Solikah, U., Latifah, B., Laila, S., & Sharon, N. (2025). Formulasi dan Uji Efek Sedatif Patch Transdermal Tipe Matriks Ekstrak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) dan Ekstrak Daun Selada (Lactuca sativa) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus L.). Herbal Medicine Journal, 8(2), 129-137. https://doi.org/https://doi.org/10.58996/hmj.v8i2.170